Tampilkan postingan dengan label BERITA POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA POLITIK. Tampilkan semua postingan

Berawal dari Transaksi Jual Beli Tanah, Polsek Sungai Raya Amankan Pelaku Penipuan dan Penggelapan


InfoBerita - Jajaran Polsek Sungai Raya amankan (RP) yang diduga melakukan tidak pidana Penipuan dan atau penggelapan. Dimana menurut Kapolsek Sungai Raya, Kompol Suanto penangkapan ini bermula dari laporan korban, Hekam pada 20 Maret 2017 lalu.

"Pada Bulan Mei hingga Juli 2014 telah terjadi tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dimana terlapor ada menawarkan sebidang tanah di daerah sungai raya dalam komplek korpri kecamatan Sungai raya kubu raya kepada pelapor. Setelah di tunjukan lokasi tanah tersebut oleh terlapor kepada pelapor, pelapor mau membeli tanah tersebut sebanyak 2 kapling," ujarnya Kapolsek.

Setelah pelapor membayar lunas 2 kapling tanah tersebut diakuinya hingga sampai sekarang terlapor tidak ada menyerahkan sertifikat tanah tersebut.

"Dengan adanya kejadian tersebut korban HEKAM mengalami kerugian sebesar Rp 24.200.000. dan melaporkan ke Polsek Sungai raya," katanya.

Kemudian tangga 12 mei 2018, jajaran Polsek mendangi rumah tersangka dan melakukan penangkapan.

"Sabtu, 12 mei 2018 sekitar pukul 22.00 wib kami datang keruang tersangka RO dan di tangkap di rumahnya didaerah Parit Tanggok Desa Sungai Raya Dalam Kecamatan Sungai Raya. Saat di lakukan penangkapan tersangka tidak ada melakukan perlawanan, selanjutnya di bawa ke Polsek Sungai Raya untuk Proses lebih lanjut, dan diamankan 10 kembar kwitansi bukti pembayaran," tuturnya.

Beri Jawaban Menohok, Gibran Follow Akun @RestyCayah yang Hina Mahfud MD, Malah Diperingatkan Begini


Bandarq - Akun yang pernah menghina Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, diikuti oleh putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming. Gibran tiba-tiba mengikuti akun tersebut usai memberikan jawaban menohok terkait ketertarikannya di dunia politik.

Akun bernama @RestyCayah tersebut pun memberikan tanggapannya yang diikuti oleh Gibran. Ia bahkan memberi peringatan kepada Gibran.

"Kalau gw sih biarin aja difollow Gibran, yang penting jgn mewek lihat TL gw," tulisnya, Senin (12/3/2018).

Akun ini juga melampirkan foto screenshot profilnya yang sudah difollow oleh Gibran. Tidak hanya itu, akun @RestyCayah juga memberikan komentar soal balasan Gibran beberapa waktu lalu. Akun tersebut membantah jika jawaban Gibran ditujukan untuknya.

Ia menjelaskan bahwa cuitan Gibran untuk menjawab pertanyaan akun @arifianti93.

@arifianti93 menanggapi cuitan @RestyCayah yang ditujukan kepada Gibran.

"Ini lagi nyindir Beye ato Mega mas @Chilli_Pari?" tanya akun @RestyCayah.

Pertanyaan tersebut ditanggapi dengan cuitan @arifianti93 seperti berikut ini:

"Kayanya sih tau diri..jd politikus itu berat....," tulis @arifianti93.

Lantas Gibran menjawab dengan cuitan ini:

"Iya saya tau diri saya ini bodoh dan gak punya prestasi apa2. Gak pernah sekolah politik. Orang tua gak punya partai sendiri. Modal buat maju ke dunia politik juga gak ada. Tampang pas2an dan gak punya kharisma. Kalo terjun ke politik malah malu2in"

Akun @RestyCayah pun mempertegas bahwa bukan dirinya yang diberi jawaban menohok oleh Gibran.

Ia juga menyebut akun gosip yang dianggap telah salah sangka padanya.

"Payah loe Mbe @makLambeTurah .. Yg dijawab Gibran bukan pertanyaan gw kok loe bilang @Chilli_Pari beri jawaban menohok ke gw .. Klu ngehoax mbok ya jgn kelewatan lah Mbe . ini jejaknya masih ada , Gibran gk jawab apa gw tanya tp dia jawab candaan akun lain yg nimbrung"

Diberitakan sebelumnya, akun @RestyCayah dianggap telah menghina Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.

Awalnya akun tersebut mengunggah cuitan yang menyebut Mahfud MD percaya pengakuan para tersangka MCA. Tak hanya itu, akun itu juga menyatakan Mahfud MD tolol.

"Mahfud percaya aja pengakuan 14 org yg ditangkap ngapus berita .. haha , jadi ingat ketololan dia sat kalah polling menuduh polling twitter bisa divote oleh satu akun sekali pencet 20x sampe ribuan kali . Loe beneran Prof kan pak @mohmahfudmd ?," tulis akun @RestyCayah.

Mahfud MD pun sempat dikabarkan berniat untuk melaporkan akun yang dianggap menghinanya itu. Namun laporan dibatalkan karena Mahfud MD tidak ingin terlalu menanggapi cuitan tersebut.

"Endak itu gurau saja, masa saya yang suka kritik orang, tidak suka dikritik. Biarin saja," ujar Mahfud di Jatinangor, Bandung, Jawa Barat.

Mahfud mengatakan, ancaman untuk melaporkan akun @RestyCayah hanya 'uji nyali' pengguna akun tersebut.

"Saya bilang, 'kamu saya laporkan ke polisi lusa', padahal lusa kan saya di sini hari ini, maksud saya ngetes orang ini seberapa berani, ternyata akunnya yang terkait saya dihapus semua," ujar Mahfud. 


Kecanduan Rokok, Orang Ini Tuntut Djarum dan Gudang Garam Senilai Rp1 Triliyun!


InfoTerkini - Merasa dirugikan akibat rokok, seorang warga bernama Rohayani (50) melayangkan somasi kepada dua perusahaan rokok nasional, PT Gudang Garam Tbk dan PT Djarum. 

Rohayani menggandeng pengacara senior Todung Mulya Lubis dan Azas Nainggolan dari Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia guna memuluskan langkahnya.

"Kami mengajukan somasi kepada Djarum dan Gudang Garam selaku pelaku usaha yang memproduksi dan mengedarkan rokok yang dikonsumsi klien kami 1975 sampai 2000 sehingga ia mengalami kecanduan dan penurunan kualitas tingkat hidup," kata Todung.

Kepada Gudang Garam, Rohayani menuntut ganti rugi sebesar Rp 178.074.000 sebagai ganti rugi uang yang dihabiskan Rohayani untuk membeli produk rokok ini, dan santunan senilai Rp 500 miliar.


Sementara, PT Djarum Tbk dituntut membayar ganti rugi Rp 293.068.000, ditambah santunan senilai Rp 500 miliar. Jika ditotal, tuntutan mencapai lebih dari Rp 1 triliun. 

Selain itu, ada satu alokasi lagi yang dituntut kepada dua perusahaan tersebut sebagai biaya perawatan kesehatan Rohayani.

"Biaya kesehatan nanti masih akan kami hitung terlebih dahulu," lanjut Todung. 

Menurut dia, surat somasi ini dikirimkan kepada dua perusahaan pada 19 Februari 2018, sementara diakui Todung kedua perusahaan baru menerimanya pada awal Maret lalu.

Sementara Tigor menjelaskan, terkait somasi yang dilayangkan pihaknya akan menunggu pembayaran ganti rugi hingga tujuh hari mendatang.

"Jika tuntutan itu tak dilaksanakan, ada kemungkinan kami akan membawanya ke ranah hukum," katanya kepada Kontan seusai acara.