Tampilkan postingan dengan label BERITA TERHANGAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA TERHANGAT. Tampilkan semua postingan

Jalan Didepan PT Kahatex Tergenang, Lalu Lintas Bandung - Garut Dialihkan . .





Bandung - Arus lalu lintas Bandung-Garut terhambat akibat genangan air di depan PT Kahatex. Arus lalu lintas dari arah Bandung dan sebaliknya dialihkan.

Genangan air setinggi 20-30 cm atau betis orang dewasa terjadi di depan PT Kahatex. Hal tersebut mengganggu para pengguna jalan yang melimtas sehingga terjadi pelambatan arus lalu lintas.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan genangan air itu diakibatkan saluran drainase yang tidak dapat menampung air. "Saluran drainase enggak mampu nampung air," kata Hartoyo via pesan singkat.

Akibatnya, antrean kendaraan pun tak terelakkan. Kendaraan dari arah Cileunyi menuju Garut ekornya mencapai Cileunyi. Sedangkan kendaraan dari arah Garut hampir mencapai Parakan Muncang.

"Ekor sudah sampe Cileunyi. Kami berkoordinasi dengan Polres Bandung sebagian (kendaraan dari Cileunyi) dialihkan ke Jatinangor - Tanjungsari - Pamulihan - Cimanggung," jelasnya.

Hartoyo menambahkan, genangan ini terjadi setelah hujan turun di wilayah Sumedang terjadi sekitar Pukul 16.00 WIB. Mwski demikian jalan masih dapat dilintasi. "Jalan masih dapat dilalui semua jenis kendaraan," tambahnya.

Sejumlah anggota polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas di jalan tersebut karena banyak kendaraan yang mengalami ganguan mesin atau mogok.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bandung AKP Dony Eko Wicaksono berujar kwndaraan dari arah Grut menuju Cileunyi dialihkan ke Cicalengka - Majalaya - Rancaekek.

"Sebagian (dialihkan). Kita lagi pengalihan arus lalu lintas," ujar Dony via pesan singkat.

Rusia Mengklaim Memiliki Rudal Dengan Kecepatan 30 Ribu Km Perjam . .




Rusia
- Rusia menggembar-gemborkan sebuah rudal hipersonik baru yang diklaim bisa bergerak dengan kecepatan lebih dari 30 ribu kilometer per jam. Klaim ini disampaikan di tengah ketegangan yang semakin memanas dengan Amerika Serikat (AS) soal pengendalian senjata.

Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Rabu (26/12) lalu, memantau hasil akhir uji coba rudal hipersonik yang diberi nama 'Avangard'. Putin mengklaim rudal hipersonik itu bisa mengalahkan seluruh sistem pertahanan rudal yang telah ada sebelumnya.

Ketika Putin pertama mengungkapkan rudal jenis baru ini dalam pidato kenegaraan pada Maret lalu, dia menyebutnya sangat pintar bermanuver dan bisa mengudara sekitar 20 kali lipat lebih cepat dari kecepatan suara.

Sejumlah pejabat senior Rusia menyebut rudal antarbenua itu bisa melaju lebih cepat.

"Dalam uji coba, Avangard mencapai kecepatan Mach 27," sebut Wakil Perdana Menteri Rusia, Yury Borisov, dalam pernyataan via televisi setempat.

Mach 27 setara dengan 33 ribu kilometer per jam. Mach 1 merupakan unit pengukuran yang setara dengan kecepatan suara.

"Pada kecepatan ini, tidak ada satu rudal pencegat satupun yang bisa menembaknya jatuh," klaim Borisov.

Diklaim juga oleh Borisov bahwa tergolong tidak mungkin untuk memprediksi pergerakan rudal hipersonik ini. "Pertahanan rudal secara praktis tidak akan berguna lagi," sebutnya.

Dalam pernyataannya, Putin menyebut uji coba Avangard berlangsung sukses dan menyatakan rudal hipersonik ini akan dikerahkan mulai tahun depan.

Putin sangat bersemangat soal uji coba Avangard pada Rabu (26/12) lalu bahkan dia sampai membanggakannya di hadapan pada pengusaha Rusia. Di hadapan mereka, Putin menyebut tidak ada satu pun pihak yang bisa mengancam Rusia karena sekarang negara itu memiliki persenjataan canggih.

Harapan Rika Verawati Masih Belum Dipecat Dari Kader PKB . .




Jakarta - Harapan Rika Verawati (31), kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang maju sebagai caleg DPRD Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terancam pupus. Rika tersandung kasus narkotik jenis sabu.

DPP PKB mendesak DPC PKB Kabupaten Kuningan untuk memecat Rika. Namun, PKB Kabupaten Kuningan hingga kini belum memutuskan sikapnya untuk memecat Rika.

Ketua DPC PKB Kabupaten Kuningan Ujang Kosasih mengaku masih menunggu proses hukum yang dijalani Rika. Setelah proses hukum Rika rampung, lanjut dia, PKB akan memberikan sanksi tegas terhadap Rika.

"Kita hargai dulu proses hukumnya. Kita masih tunggu proses hukumnya selesai," kata Ujang saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (27/12/2018).

Ujang mengaku sudah melaporkan pelanggaran hukum yang dilakukan Rika kepada DPP PKB. "Intinya kita akan memberikan sanksi tegas terhadap Rika. PKB tidak mentolerir kepada kader dan pengurusnya yang melakukan tindakan melawan hukum," ucap Ujang.

DPP PKB mengaku telah menginstruksikan PKB Kuningan untuk memecat Rika. PKB mengutuk keras perbuatan Rika. "DPP sudah meminta DPW untuk memecat Rika sebagai sanksi tegas," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan, Sabtu (22/12).

Sekadar diketahui, Rika ditangkap saat bertransaksi dengan pria berinisial T di pintu Tol Ciperna, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pihak kepolisian masih menelusuri jaringan bisnis haram yang dijalani Rika.

Pada Pileg 2019 mendatang, Rika maju sebagai caleg DPRD Kuningan melalui PKB di daerah pemilihan (Dapil) III yaitui Kecamatan Ciawigebang, Cidahu, Kalimanggis, Meleber, Lebakwangi dan Cipicung. Caleg cantik ini sudah menjalani bisnis haramnya sekitar setengah tahun.