Tampilkan postingan dengan label BERITA MUSIBAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA MUSIBAH. Tampilkan semua postingan

PKB Ucapkan Berduka Cita Soal Kematian Istri Ifan Seventeen . .





Jakarta - Istri Riefian Fajarsyah atau dikenal sebagai Ifan vokalis 'Seventeen', Dylan Sahara, ditemukan meninggal akibat tsunami yang menerjang Anyer. PKB pun mendoakan yang terbaik untuk jenazah Dylan.

"Baru saja dapat kabar kalo Dylan Sahara (ke 2 dari kanan) istri dari Ifan Seventeen telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Sekjen PKB Abdul Kadir Karding.


"Ya Allah terimalah dan tempatkanlah adikku Dylan Sahara di tempat terbaikmu, jadikanlah dia husnul khotimah. Beri kekuatan kepada adikku Ifan Seventeen agar kuat dan tabah menghadapi musibah ini," imbuhnya.

Ifan memang diketahui sebagai salah caleg DPR RI dari PKB untuk daerah pemilihan Kalimantan Barat I di Pileg 2019. Pada 2014, Ifan juga sempat maju pileg tapi tak berhasil maju ke Senayan.

Sebelumnya, Ifan dikabarkan terus mencari keberadaan Dylan Sahara di sekitar lokasi yang terdampak tsunami. Ifan bahkan mendatangi satu per satu tempat perawatan korban luka untuk memastikan apakah ada istrinya di sana.

BMKG Sebut Tsunami Selat Sunda Sampai kepantai Dengan Waktu 24 Menit..





Banten - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut tsunami Selat Sunda disebabkan longsoran bawah laut dari Gunung Anak Krakatau. Tsunami merambat ke pantai 24 menit setelah longsor terjadi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, setelah melakukan analisis dengan lembaga terkait dari citra satelit, pihaknya mencatat ada getaran atau tremor setara dengan magnitudo 3,4 SR di bawah laut pada Sabtu (22/12) pukul 21.03 WIB. Hal itu lantas dijelaskannya menyebabkan kepundan Gunung Anak Krakatau runtuh dan terjadi longsor bawah laut.

"Pada saat press conference Kepala Badan Geologi bersama kami juga sudah mengkonfirmasikan bahwa pukul 21.03 WIB erupsi itu terjadi dan ternyata memang dari data yang kami peroleh berikutnya, di situ tercatat ada tremor yang khas mengindikasi bahwa tremor itu adalah gempa vulkanik," ujar Dwikorita di kantor BMKG, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Senin (24/12/201).

"Kemudian ada data tambahan yang kami peroleh, gempa vulkanik tadi ternyata yang memicu terjadinya kolaps atau longsor bawah laut. Longsoran bawah laut ini dianalisis setara dengan kekuatan guncangan dengan magnitudo 3,4 dan episenternya ada di anak Gunung Krakatau," imbuhnya.

Lalu, di saat yang bersamaan, pada pukul 21.27 WIB, tsunami menerjang pantai terdekat di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dwikorita menambahkan tsunami tersebut akibat longsoran bawah laut yang menyebabkan gelombang tinggi dan mengarah ke pantai dalam waktu 24 menit.

"Fenomena pada saat waktu yang bersamaan pada tanggal 22 Desember 2018 setelah pukul 21.03 WIB kami pantau ada tsunami pukul 21.27 WIB, berarti 24 menit kemudian terpantau dengan ketinggian saat itu 0,9 meter air menerjang ke pantainya dekat di wilayah Banten, Serang, dan Lampung," katanya.

Hal itu diperkuat oleh pantauan satelit yang mencatat runtuhan kepundan yang terjadi mencapai 64 hektare. Kemudian juga terkonfirmasi oleh data di tidegauge milik Badan Informasi Geospasial (BIG).

"Jadi ini menguatkan bahwa guncangan inilah atau guncangan vulkanik sebagai dampak dari erupsi tadi yang memicu kolaps lereng kepundan dan kolaps ini dihitung dari citra satelit mencapai 64 hektar dan volume batuan dari kolaps ini yang kemudian dalam waktu 24 menit menjadi tsunami di pantai dan kejadian itu terkonfirmasi dengan data tidegaude milik Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dipantau oleh BMKG. Jadi BMKG dapat akses, dapat data dari BIG, sehingga kami bisa memantau, terkonfirmasi itu tsunami," ujar Dwikorita.

Dwikorita mengatakan, seandainya pihaknya mengetahui lebih dulu, waktu 24 menit itu merupakan golden time untuk masyarakat mengevakuasi diri dari lokasi. Sayangnya, data itu baru terkonfirmasi setelah peristiwa terjadi.

Hal ini karena sistem informasi terkait kegunungapian tidak masuk sistem BMKG. Untuk itu, ke depan, pihaknya akan memasang tidegauge di tiga pulau sekitar Gunung Anak Krakatau. Lalu diupayakan untuk menyambungkan sistem BIG, terutama soal kegunugnapian untuk meningkatkan sistem peringatan dini.

"Seandainya itu ada tidegauge itu bisa diketahui karena datanya bisa dipantau. Itu masih ada waktu 20-24 menit yang diperlukan air itu merambat sampai ke pantai terdekat. Sehingga cukup waktu untuk melakukan evakuasi. Itu yang akan kami lakukan supaya tidegauge dipasang di sana," tuturnya.

Kakak Beradik Asal Bekasi Tewas Saat Memancing Di Selat Sunda . .





Bekasi - Kakak-adik asal Bekasi, M Soleh (40) dan Sulaeman (38), menjadi korban tewas tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung. Mereka disebut tewas saat sedang memancing.

"Dua-duanya (mancing). Sambil rekreasi, sambil mancing. Terus bencana tiba," ujar Mahya, kakak ipar Sulaeman dan M Soleh, di TPU Perahu, Jalan Melati (IV), RT 02 RW 07, Medan Satria, Kota Bekasi, Senin (24/12/2018).

Mahya mengatakan Sulaeman dan Soleh pergi ke Anyer untuk berwisata. Keduanya disebut punya hobi memancing.

"Sebelum berangkat, dia bawa peralatan mancing," ujar Mahya.

Anak almarhum Sulaeman, Citra, yang juga ikut berwisata, menceritakan detik-detik sebelum ayahnya pergi memancing. Dia mengatakan ayahnya meminta dirinya tetap di dalam vila dan tak boleh keluar.

"(Katanya) 'Ayah mancing dulu, kamu disini dulu (vila) sama kakak.' Ya udahlah saya biarin aja. Terus saya lagi duduk di vila, ruang tamu. Terus ada dua bapak-bapak masuk ke vila bilang kayak gini, 'Eh cepat-cepat keluar. Ombak mau naik, ombak mau naik!' Gitu kan," ujar Citra.

Dia pun pergi ke sebuah masjid yang lokasinya lebih tinggi dari pinggir pantai. Setelah berhasil menyelamatkan diri, Citra mengaku sempat mencoba mencari dan menghubungi ayahnya, tapi tak ada respons hingga akhirnya diketahui menjadi salah satu korban tewas akibat tsunami.

Sementara itu, Wakasatgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi, Karsono, mengatakan jenazah Soleh dan Sulaeman ditemukan di tepi Pantai Karang Bolong, Anyer, Minggu (23/12) malam. Kedua jenazah kakak-adik itu dimakamkan di TPU Perahu, Kota Bekasi.

"Posisinya (jenazah ditemukan) di Karang Bolong, dekat Vila Kompas," ujar Karsono ketika dihubungi.

Jemaat Ibadah Misa Natal Katedral Doakan Korban Tsunami Selat Sunda. . .





Jakarta - Jemaat ibadah Misa Natal di Gereja Katedral diajak mendoakan para korban tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung. Mereka mengharapkan yang terbaik bagi korban dan keluarga korban.

"Kita doakan korban dalam tsunami di daerah Banten dan Lampung, sekitarnya," kata pemimpin Misa Natal pertama, Romo Albertus Hani Rudi Hartoko, di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018).

Romo Hani mengatakan, dengan mendoakan para korban tsunami, jemaat telah berbagi kasih. Menurutnya, dengan berbagi sukacita, Natal menjadi sempurna.

"Kita doakan semua serta berbagi kasih mendoakan mereka, dengan demikian sukacita kita menjadi sempurna," ujarnya.

Selain itu, juru bicara Gereja Katedral Susyana Suwadie menambahkan pihak Gereja Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta menyampaikan duka mendalam atas bencana tsunami itu. Ia pun mendoakan semua keluarga korban tsunami diberi kekuatan.

"Para korban, baik yang meninggal, terluka, dan masih hilang dan juga keluarga semoga diberikan kekuatan. Tentunya dalam Misa Natal, selain rangkaian ibadah seperti biasa, ada doa untuk para korban," tutur Susyana.

Sandiaga Salahuddin Uno Ucapkan Turut Berduka Untuk Istri Ifan Seventeen..




Jakarta - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengunggah foto bersama istri Ifan 'Seventeen', Dylan Sahara, yang kondisinya belum diketahui pascatsunami Selat Sunda. Sandiaga mendoakan yang terbaik buat Dylan.

Foto bersama Dylan itu diunggah Sandiaga di akun Instagram miliknya pada Senin (24/12/2018). Dilihat detikcom, ada 3 foto yang ia unggah bersama Dylan di sela kegiatan kampanyenya.

Sandiaga menuliskan foto bersama Dylan itu diambil saat dirinya melakukan kegiatan kampanye di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada pekan lalu. Sandiaga mengungkapkan ayah Dylan, Supriyanto, merupakan Ketua DPC Gerindra Ponorogo.

"Hari Jumat lalu, saya dengan Dylan beserta ayahnya yang juga sahabat saya, Pak Supriyanto, Ketua DPC Gerindra Ponorogo masih bersosialisasi dengan masyarakat sekitar di Angkringan Gayeng, Ponorogo, Jawa Timur. Doa kami yang terbaik untuk Dylan Sahara," tulis Sandiaga.

BNPB Sebut Banyaknya Korban Karena Tak Ada Peringatan Dini . .





Banten - BNPB memperbarui data korban jiwa tsunami Selat Sunda menjadi 373 meninggal dunia dan 1.459 luka-luka. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan salah satu penyebab banyaknya korban jiwa adalah tak ada peringatan dini tsunami.

"Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban yang cukup banyak karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk evakuasi," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Senin (24/12/2018).

Selain ratusan jenazah, dampak tsunami Selat Sunda ini memorak-porandakan wilayah Banten dan Lampung. Empasan gelombang tsunami menyebabkan ratusan bangunan rusak hingga kapal dan perahu nelayan ringsek.

"Kerugian fisik akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan vila rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak," tutur Sutopo.

Dia melanjutkan wilayah di Banten yang terdampak tsunami meliputi dua kabupaten, yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah ada di daerah pesisir Pandeglang.
Baca juga: BMKG Tak Bisa Pantau Tsunami Akibat Guncangan Vulkanik

"Di daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan vila yang banyak berderet di sepanjang pantai. Apalagi saat kejadian tsunami saat libur panjang sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan penginapan. Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban yang cukup banyak karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk evakuasi," tutur Sutopo.

Sutopo mengatakan proses evakuasi terus digencarkan, terutama pencarian korban dan penanganan korban luka. Perbaikan sarana dan prasaran juga dilakukan, terlebih ada 125 unit gardu masih padam.

"Perbaikan yang dilakukan kemarin tidak optimal karena adanya isu tsunami susulan. Sebanyak 187 personel dan alat berat dikerahkan untuk memulihkan jaringan PLN yang rusak," katanya.