
InfoBerita - Berita duka datang dari kejurnas motorprix seri 3 yang berlangsung di Lanud, Wonosari (11/5). Pembalap dengan nama lengkap Tata Ferdian asal tim Yamaha Tata Ferdian Racing Team asal Kediri telah meninggal dunia.
Kejadian tersebut dialaminya saat menjalani sesi latihan bebas di sirkuit Landasan Udara yang disulap menjadi sirkuit untuk putaran ketiga region terpanas. Pembalap yang turun di kelas MP5 dan MP6 tersebut kabarnya tergelincir dan terjatuh, hingga tubuhnya terpental di jalur berlawanan arah.
"Kabarnya setelah terpental di arah berlawanan, Tata tertabrak tiga motor dari arah depan. Dan kondisinya sudah meninggal di tempat," bilang Bobby Aranxa yang pernah menjadi pelatihnya di sekolah balap Bob's Racing School.
Kabarnya, Tata terlindas motor pada bagian lehernya. Tata mengalami patah tulang bagian leher. Almarhum adalah anak dari mantan pembalap Donny Ferdian asal Kediri. Selamat jalan Tata, semoga amal ibadahmu diterima disisiNya.
Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini terulang lagi di dunia otomotif Indonesia. Dalam postingan di akun Instagramnya, Bobby menampakan layout sirkuit yang dianggap tidak aman. Pada salah satu bagian ada dua jalur sirkuit yang saling berhadapan.
Di gambar tampak tidak ada cukup ruang untuk menghentikan laju motor atau pembalap jika terjatuh. Ini yang bisa membahayakan pembalap dan akhirnya muncul insiden yang tidak diinginkan.
Sebelumnya ada wacana kalau Kejurnas MotorPrix tahun ini akan digelar full di sirkuit permanen di semua region. Namun, ternyata hal itu belum terwujud. Sirkuit dadakan masih digunakan sebagai arena balap kejuaraan balap paling bergengsi di Tanah Air ini.
